Abstract
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui berbagai peran guru bimbingan konseling dalam mencegah perilaku Body Shaming di SMP Negeri 1 Kuala. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan yang menunjukan bahwa siswa mengalami hambatan-hambatan yang beragam dalam belajar, hambatan ini terlihat dalam salah satu perilaku menyimpang siswa seperti perilaku mengomentari secara negatif fisik antar siswa, inilah yang disebut dengan body shaming. Selain itu metode dalam pembelajaran daring masih kurang diminati siswa, karena tidak semua individu siswa memiliki kemampuan yang sama dalam proses pembelajaran. Bagi siswa interaksi yang dilakukan secara langsung cenderung lebih mendukung dalam proses pembelajaran. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif. Dengan jumlah informan utama sebanyak 5 orang, yang diantaranya 1 orang guru BK, 3 orang siswa kelas X. dan 1 orang guru mata pelajaran sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dari penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwasanya peran guru BK dalam mencegah perilaku body shaming di sekolah sudah mulai aktif dengan keadaan seadanya, sehingga dibutuhkan evaluasi yang lebih baik untuk mencapai tujuan.
Keywords
Bahaya body shaming, Layanan informasi, Peran guru bk.