Multitasking sebagai pengalaman paradoksal: tekanan kerja dan pembentukan kompetensi pada pekerja layanan kafe
Abstract
Multitasking merupakan karakteristik yang melekat pada pekerjaan sektor jasa, termasuk industri kafe yang menuntut pekerja menjalankan berbagai tugas secara simultan dalam ritme kerja yang cepat. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada dampak multitasking terhadap stres, beban kerja, dan kinerja, sementara pengalaman subjektif pekerja dalam memaknai multitasking masih relatif jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman pekerja kafe dalam menjalani multitasking serta makna yang mereka konstruksikan terhadap pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tiga partisipan dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalankan berbagai tugas secara bersamaan di lingkungan kerja kafe. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan IPA dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Keabsahan data dijaga melalui member checking, triangulasi sumber, dan audit trail. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu tekanan psikofisiologis dalam multitasking, pengalaman kewalahan dan kesalahan kerja, multitasking sebagai proses pembentukan kompetensi, serta kepuasan dan kebanggaan dari keberhasilan multitasking. Temuan menunjukkan bahwa multitasking dimaknai sebagai pengalaman yang bersifat paradoksal. Di satu sisi, multitasking menghadirkan kelelahan fisik, kepanikan, dan keterpecahan fokus, sementara di sisi lain membentuk kemampuan adaptasi, rasa kompeten, serta keyakinan terhadap kapasitas diri pekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa multitasking tidak hanya berkaitan dengan tuntutan kerja, tetapi juga berperan dalam proses pembentukan makna kerja dan pemahaman diri pekerja kafe.
References
Arianto, B., & Handayani, B. (2024). Pengantar studi fenomenologi. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.
Hidayat, W. (2021). Gaya hidup masyarakat perkotaan (Studi kasus terhadap pelanggan warung kopi di Kota Makassar). Makassar: Universitas Hasanuddin.
Himam, M. K., & Anam, S. (2026). Teknik pemilihan informan dalam penelitian kualitatif: Strategi dan implementasi. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 1688–1696.
Idris, M. M., & Suhaeb, S. (2025). Dilema multitasking dan kinerja: Mengungkap pengaruh konflik peran ganda, stres, dan beban kerja karyawan wanita melalui lensa lingkungan kerja. BJRM (Bongaya Journal of Research in Management), 8(2), 53–64.
Indra, P., Rusdiyanto, R., Nabilah, A., & Rahmat, L. H. (2026). Dinamika kontrak psikologis dan beban kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui kepuasan kerja di era teknologi. Jakarta: Literasi Nusantara Abadi Grup.
Ismail, N., & Kinchin, G. (2023). Construct of phenomenological analysis: Case study of interpretive phenomenological analysis (IPA). Egypt Scholars Journal, 2(1), 7–17.
Kokoç, M. (2021). The mediating role of attention control in the link between multitasking with social media and academic performances among adolescents. Scandinavian Journal of Psychology, 62(4), 493–501. https://doi.org/10.1111/sjop.12731
La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Yogyakarta: PT Kanisius.
Li, W., Li, R., Xie, X., & Chang, Y. (2022). Evaluating mental workload during multitasking in simulated flight. Brain and Behavior, 12(4), e2489. https://doi.org/10.1002/brb3.2489
MOMOH, E. Y., ADAMU, M., & ISA, A. A. (2025). The effects of multitasking on cognitive performance and productivity: A comparative analysis. Journal of Management Science and Entrepreneurship.
Nizza, I. E., Farr, J., & Smith, J. A. (2021). Achieving excellence in interpretative phenomenological analysis (IPA): Four markers of high quality. Qualitative Research in Psychology, 18(3), 369–386. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1854404
Osborne, N., & Grant-Smith, D. (2021). In-depth interviewing. In Methods in urban analysis (pp. 105–125). Singapore: Springer.
Putra, I. G. A. P., Pradhana, I. P. D., Wirsa, I. N., & Sari, D. M. F. P. (2025). Memperoleh work life harmony di tengah tekanan kerja: Eksplorasi fenomenologi kehidupan barista di coffee shop Denpasar. KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi, 12(3), 147–169.
Rahman, R. A. N., & Ilyas, N. (2025). Pengaruh lifestyle, store atmosphere, dan variasi menu terhadap kepuasan pelanggan pada generasi milenial dan generasi Z. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(1), 87–99. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.12108
Saragih, S. D., & Alfaruqy, M. Z. (2023). Pengalaman pasangan yang menjalani commuter marriage: Studi interpretative phenomenological analysis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 46–63.
Smith, J. A. (2017). Interpretative phenomenological analysis: Getting at lived experience. The Journal of Positive Psychology, 12(3), 303–304. https://doi.org/10.1080/17439760.2016.1262620
Wei, Z., Abdul-Ghani, R., Mat, N., & Mat Isa, R. (2025). Multitasking and workplace wellbeing: The roles of job stress and job autonomy. Frontiers in Psychology, 16, 1611876. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.16118765